BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Promosi Kesehatan merupakan upaya untuk
meningkatkan kemampuan masyarakat melalui proses pembelajaran dari-oleh-untuk
dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta
mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai dengan kondisi
social budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan
kesehatan. Menolong diri sendiri artinya bahwa masyarakat mampu berperilaku
mencegah timbulnya masalah-masalah dan gangguan kesehatan, memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan serta mampu pula berperilaku mengatasi apabila
masalah gangguan kesehatan tersebut terlanjur terjadi di tengah-tengah
kehidupan masyarakat. Banyak masalah kesehatan yang ada di negeri kita
Indonesia, termasuk timbulnya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang erat kaitannya
dengan perilaku masyarakat itu sendiri. Sebagai contoh KLB Diare dimana
penyebab utamanya adalah rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat seperti
kesadaran akan buang air besar yang belum benar (tidak di jamban), cuci tangan
pakai sabun masih sangat terbatas, minum air yang tidak sehat, dan lain-lain.
Promosi kesehatan bukan hanya proses penyadaran
masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan saja, tetapi juga disertai upaya-upaya menfasilitasi perubahan
perilaku. Dengan demikian promosi kesehatan adalah program-program kesehatan
yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan) baik di dalam masyarakat
sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya (lingkungan fisik, sosial
budaya, politik dan sebagainya). Atau dengan kata lain promosi kesehatan tidak
hanya mengaitkan diri pada peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku
kesehatan saja, tetapi juga meningkatkan atau memperbaiki lingkungan (fisik dan
non-fisik) dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa Pengertian Promosi Kesehatan?
2.
Apa Tujuan Promosi Kesehatan?
3.
Apa Sasaran Promosi Kesehatan?
4.
Apa Prinsip-Prinsip Promosi Kesehatan?
5.
Apa Media Promosi Kesehatan?
6.
Bagaimana Sejarah Promosi Kesehatan?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Untuk mengetahui pengertian promosi
kesehatan
2.
Untuk mengetahui tujuan promosi
kesehatan
3.
Untuk mengetahui sasaran promosi
kesehatan
4.
Untuk mengetahui prinsip-prinsip promosi
kesehatan
5.
Untuk mengetahui apa saja media promosi
kesehatan
6.
Untuk mengetahui sejarah promosi
kesehatan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Promosi Kesehatan
Promosi kesehatan adalah proses peningkatan
pengetahuan masyarakat tentang kesehatan yang disertai dengan upaya
memfasilitasi perubahan perilaku dan merupakan program kesehatan yang dirancang
untuk membawa perbaikan atau perubahan dalam individu, masyarakat, dan
lingkungan. Menurut Ottawa Charter, promosi kesehatan adalah upaya yang
dilakukan terhadap masyarakat sehingga mau dan mampu untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan mereka sendiri.
Promosi Kesehatan merupakan revitalisasi pendidikan
kesehatan pada masa lalu, dimana dalam konsep promosi kesehatan bukan hanya
proses penyadaran masyarakat dalam hal pemberian dan peningkatan pengetahuan
masyarakat dalam bidang kesehatan saja, melainkan juga upaya untuk memperoleh
perubahan perilaku individu.
Pendidikan kesehatan adalah proses yang menjembatani
jurang antara informasi kesehatan dan praktik kesehatan. Pendidikan kesehatan
memotivasi orang untuk mendapatkan informasi tersebut , demi menjaga agar
individu lebih sehat dengan cara menghindari tindakan yang membahayakan dan dengan membentuk kebiasaan yang
menguntungkan .
Pendidikan kesehatan merupakan salah satu kompetensi
yang harus dimiliki oleh bidan, karena hal tersebut merupakan salah satu tugas
yang harus di laksanakan dalam setiap memberikan asuhan kebidanan , baik kepada
individu , keluarga , kelompok dan masyarakat. Pendidikan kesehatan identik
dengan penyuluhan kesehatan karena keduanya berorientasi kepada perubahan
perilaku yang diharapkan yaitu perilaku yang diharapkan yaitu perilaku sehat
mempunyai kemampuan mengenal masalah
kesehatannya sendiri , keluarga , dan kelompok untuk meningkatkan kesehatan.
Promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi
pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi , politik,dan
organisasi yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan
yang kondusif bagi kesehatan. Dari batasan ini dapat dilihat bahwa promosi
kesehatan adalah pendidikan kesehatan plus atau promosi kesehatan adalah lebih
dari promosi kesehatan .
Secara umum promosi adalah suatu usaha
menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk
melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkan.
Istilah promosi selama ini selalu dihubungkan dengan penjualan (sales), periklanan
(advertising), dan dipandang sebagai pendekatan propagamda yang didominasi oleh
penggunaan media massa. Dalam konteks kesehatan, promosi kesehatan (health
promotion) adalah proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan
dan melindungi kesehatannya [“…the
process of enabling people to control over and improve their health”].
Ada
beberapa definisi promosi kesehatan menurut beberapa pakar.
1.
WHO (1984)
Promosi Kesehatan adalah suatu
proses yang memungkinkan individu untuk meningkatkan kontrol dan mengembangkan
kesehatan mereka.
2.
Green (1984)
Promosi Kesehatan adalah segala
bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan
ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perubahan
perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
3.
Ottawa Charter (1986)
Promosi Kesehatan adalah suatu
proses yang bertujuan memungkinkan individu meningkatkan kontrol terhadap
kesehatan. [“Health promotion is the process of enabling people to control
over and improve their health”
4.
Pender (1996)
Promosi Kesehatan adalah pemberian
motivasi untuk meningkatkan kesehatan individu dan mewujudkan potensi kesehatan
individu.
5.
Victorian Health Foundation, Australia
(1997)
Promosi Kesehatan adalah suatu
program yang didesain untuk membuat perubahan didalam individu, organisasi dan
lingkungan [“…a program are design to
bring about ‘change’ within people, organization, communities and their
environement”]
6.
Gillies (1998)
Promosi Kesehatan adalah suatu
payung dan digunakan untuk menggambarkan suatu rentang aktivitas yang mencakup
pendidikan kesehatan dan pencegahan penyakit.
7.
Green and Ottoson (1998)
Promosi Kesehatan adalah kombinasi
berbagai dukungan menyangkut pendidikan, organisasi, kebijakan dan peraturan
perundang-undangan untuk perubahan lingkungan dan perilaku yang menguntungkan
kesehatan.
8.
Bangkok Charter (2005)
Promosi Kesehatan adalah sebuah
proses yang memungkinkan seseorang untuk meningkatkan kemampuan mengontrol
kesehatan, sehingga meningkatkan derajat sehat mereka [“…the process of enabling people to control over and improve their
health”]
B.
Tujuan
Promosi Kesehatan
Promosi
Kesehatan menempatkan masyarakat bukan sebagai objek melainkan sebagai subjek,
atau sebagai pelaku bukan sasaran, sehingga diharapkan untuk aktif berbuat dan
tidak hanya pasif menunggu. Dengan demikian, tujuan utama promosi kesehatan
adalah agar setiap orang atau masyarakat mampu :
1.
Memelihara
dan meningkatkan kesehatan mereka.
2.
Menciptakan
suatu keadaan, yakni perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
3.
Menetapkan masalah dan kebutuhan mereka
sendiri serta menjadikan kesehatan sebagai suatu yang bernilai di masyarakat.
4.
Memahami apa yg dapat mereka lakukan
dengan sumber daya yang ada pada mereka ditambah dengan dukungan dari luar
untuk mengatasi masalahnya.
5.
Mendorong individu agar mampu
secaramandiri/kelompok nrngadakan kegiatan untuk mencapai tujuan hidup sehat.
6.
Mendorong pengembangan dan pengunaan
secara tepat sarana pelayanan kesehatan yang ada.
7.
Memtuskan kegiatan yang paling tepat
untuk meningkatkan taraf hidup sehat dan kesejahteraan masyarakat.
Sedangkan menurut Wong (1974),
yaitu :
1.
Agar masyarakat memiliki tanggung jawab
yang lebih besar pada kesehatan serta keselamatan lingkungan dan masyarakat.
2.
Agar orang melakukan langkah dalam
mencegah hal-hal yang memperparah terjadinya penyakit dan mencegah keadaan
ketergantungan melalui rehabilitasi cacat yang disebabkan penyakit.
3.
Agar orang memiliki pengertian yang
lebih baik tentang eksistensi atau perubahan-perubahan sistem dengan memanfaatkannya secara efisiensi dan efektif.
4.
Agar orang mempelajari apa yang dapat
dia lakukan sendiri dan bagaimana caranya dengan tanpa selalu meminta pertolongan
kepada sistem pelayanan kesehatan yang formal.
Tujuan
promosi kesehatan diantaranya untuk meningkatkan kesehatan mereka sendiri . Hal ini sejalan
dengan undang-undang kesehatan no.23 tahun1992 yaitu meningkatkan kemampuan
masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan baik
fisik,mental,dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi dan sosial. Selain
itu, promosi kesehatan bertujuan juga untuk menciptakan suatu keadaan , yakni
perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
C.
Sasaran
Promosi Kesehatan
Promosi
kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat , maka sasaran
langsung promosi kesehatan adalah masyarakat. Namun demikian, dikarenakan
keterbatasan sumber daya yang ada , akan tidak efektif apabila upaya promosi
kesehatan langsung ditunjukan ke masyarakat. Oleh sebab itu , perlu dilakukan
penahapan sasaran promosi kesehatan.
Sasaran promosi kesehatan dibagi dalam tiga kelompok sasaran yaitu sebagai
berikut,
1.
Sasaran primer (primary target)
Masyarakat pada umumnya menjadi
sasaran langsung promosi kesehatan , misalnya : kepala keluarga untuk masalah
kesahatan umum, ibu hamil, dan ibu
menyusui untuk masalah kesehatan Ibu
dan Anak (KIA), anak sekolah untuk kkesehatan remaja dan lain-lain . upaya
promosi ini sejalan dengan strategi promosi kesehatan masyarakat (empowerment).
2.
Sasaran sekunder (secondary target)
Para tokoh masyarakat,agama,dan
tokoh adat disebut sasaran sekunder. Dengan memberikan pendidikan kesehatan
kepada kelompok ini akan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat di
sekitarnya. Selain itu , apabila sasaran sekunder berperilaku sehat sebagai
hasil dari pendidikan kesehatan yang diterimanya, dapat dijadikan contoh atau
acuan perilaku masyarakat di sekitarnya. Upaya promosi kesehatan dukungan
sosial (social support)
3.
Sasaran tersier (tertiary target)
Sasaran tersier adalah para pembuat
keputusan atau penentu kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah. Dengan
kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh sasaran tersier akan
mempunyai dampak terhadap perilaku masyarakat selaku sasaran primer promosi
kesehatan dan tokoh masyarakat selaku sasaran sekunder promosi kesehatan .
upaya promosi kesehatan ini sejalan dengan strategi global promosi kesehatan
yaitu advokasi (advocacy)
D.
Prinsip-Prinsip
Promosi Kesehatan
a.
Promosi kesehatan adalah proses
pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan, dan melindungi
kesehatannya (the prosses of enabling pople to control over and imporve there
help), lingkup yang lebih lua dari pendidikan atau penyuluhan kesehatan.
b.
Promosi kesehatan adalah upaya perubahan
atau perbaikan perilaku di bidang kesehatan di sertai upaya mempengaruhi
lingkungan atau hal-hal lain yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan
perilaku dan kualita kesehatan.
c.
Promosi kesehatan juga berarti upaya
yang bersifat promotif sebagai perpaduan dari upaya preventif, kuratif, dan
rehabilitatif dalam rangkaian upaya kesehatan yang komprehenship.
d.
Promosi kesehatan, selain tetap
menekankan pentingnya pendekatan edukatif ya ng selanjutnya disebut gerakan
pemberdayaan masyarakat, juga perlu dibarengi dengan upaya advokasi dan
binasuasana (social support).
e.
Promosi kesehatan berpatokan pada PHBS
yang dikembangkan dalam 5 Tatanan, yaitu dirumah/tempat tinggal (where we
live), di sekolah (where we learn), di tempat kerja (where we work),
ditempat-tempat umum (where we play and do everything), dan disarana kesehatan
(where we get help services).
f.
Peran kemitraan lebih ditekankan pada
promosi kesehatan peran ini dilandasi oleh kesamaan (equity), keterbukaan
(transfaracy), dan saling memberi manfaat (mutual benefit). Kemitraan ini
dikembangkan pemerintah dan masyarakat, termasuk swasta dan lembaga swadya
masyarakat, juga secara lintas program dan lintas sektor.
g.
Promosi kesehatan juga lebih menekankan
pada proses atau upaya, tanpa meremehkan arti hasil atau upaya, atau dampak
kegiatan.
E.
Media
Promosi Kesehatan
Media
promosi kesehatan merupakan saluran untuk menyampaikan informasi kesehatan dan
di pergunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan. Media di
susun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia
diterima oleh panca indra. Semakin banyak indra yang digunakan untuk menerima
sesuatu, maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengetahuan yang diperoleh.
Promisi kesehatan dapat di lakukan dengan menggunakan sarana media above the
line dan sarana media belaw the line.
Media Lini Atas (Media above the
line)
Hal-hal yang termasuk media lini
atas adalah sebagai berikut.
1.
Media Cetak :
Surat Kabar, majalah, tabloid.
Adapun kelebihan dari media cetak
adalah sebagai berikut.
a.
Sifatnya permanen : Komunikasi dapat
mengulang suatu informasi yang belum dipahami sehingga pendalaman efek lebih
dimungkinkan.
b.
Sifatnya space organizet mengakibatkan
isinya dapat lebih terinci dan relatif mendalam.
c.
Komunikasi dapat kapan saja menentukan
waktu yang tepat dalam meikmati isi pesan.
Adapun
kelemahannya sebagai berikut.
a.
Menuntut kemampuan baca (melek huruf)
komunikannya.
b.
Menuntut kemauan baca dari pembaca
(audience), terlebih pada masyarakat yang memiliki kebiasaan membaca yang
rendah.
c.
Harganya relatif mahal.
d.
Memerlukan konsentrasi yang tinggi dari
komunikannya.
2.
Media Radio :
Media ini sampai
sekarang masih banyak diandalkan sebagai media komunikasi promosi kesehatan
dibanyak negara berkembang, sering disebut juga sebagai sadow medium. Adapun
kelebihannya adalah santai, auditif, daya langsung, daya tembus, mengatasi buta huruf, bersifat personal atau akrab.
Kekurangnya adalah sekilas dengar, banyak gangguan, tidak menyampaikan pesan
yang kompleks, pesan-pesan kurang aktraktif.
3.
Media Televisi :
Media massa yang
ada dan kelahirannya paling akhir. Perkembangan media secara teknologi sangat
pesat. Banyak inovasi-inovasi seputar teknologi Hardware yang bermunculan akan
terus bermunuclan. Kelebihannya adalah
sebagai berikut.
a.
Merekam peristiwa dengan tingkat Distory
yang rendah.
b.
Dapat
digunakan secara berulang-ulang penontop yang luas dan heterogen.
c.
Mampu mengungkapkan perasaan melalui
gambar, musik, dan kata-kata sehingga dapat menimbulkan efek beragam.
d.
Mampu mengajak penonton pada objek
siaran yang menimbulkan pendekatan secara individual pada seorang yang
ditokohkan.
e.
Dapat mengemukakan ide-ide yang abstrak.
Kekurangannya
adalah harganya relatif mahal, komunikasi relatif lebih dituntut. Intensitas
perhatiannya, kurang akrab.
4.
Media Film :
Kelebihan dan Kekurangannya hampir
sama dengan media TV, Karena diantara keduanya memiliki kesamaan tipologi yaitu
audio visual.
Media Lini Bawah (Media Below the line)
Media lini bawah dapat
dikategorikan antara lain :
Poster, Leaflet, Folder, Buklet,
Brodside, Jirekmail, Pameran, dan sebagainya.
1.
Poster
Bentuk media cetak yang berisi
pesan atau informasi kesehatan, yang naisanya ditempel di tembok-tembok,
tempat-tempat umum, atau kendaraan umum.
Adapun kelebihannya
adalah sebagai berikut.
a.
Bahasa Singkat, Sederhana, tidak
berbelit-belit mudah dipahami.
b.
Menggunakan komposisi huruf yang cukup
besar.
c.
Ilustrasi dapat bervariasi baik berupa
foto gambar, warna, maupun garis warna, dsb. Sehingga dapat menarik.
d.
Pesan sederhana namun sangat kuat
menunjakan produk.
e.
Ukuran dan bentuk sangat bervariasi dari
yang kecil sampai yang besar.
f.
Meningkatkan pemilihan lokasi pada
wilayah.
g.
Wilayah yang diinginkan
Kelemahannya
adalah luas jangkauan hanya bersifat lokal tidak dapat memilah-milah hal layak
secara rinci khalayak hanya melihat sepintas lalu.
2.
Booklet adalah suatu media untuk
menyampaikan pesan-pesan dalam bentuk buku, baik tulisan maupun gambar.
3.
Leafleat adalah bentuk penyampaian
informasi pesan-pesan kesehatan memlalui lembaran yang dilipat.
4.
Flayer (selembaran), bentuknya seperti
leafleat tetapi tidak berlipat.
5.
Lembar balik media penyampaian pesan
atau informasi kesehatan dalam bentuk lembar bali.
6.
Foto yang mengungkapkan informasi
kesehatan.
7.
Folder adalah bentuk lembaran yang dapat
dilipat satu kali atau lebih.
8.
Directmail adalah brosur yang dikirim
lewat pos bisa berupa leafleat, folder, atau bookleat.
9.
Broodsaid adalah lembaran besar seperti
peta yang dilipat dengan perhitungan khusus agar tiap bagian dari lipatan itu
mempunyai informasi yang berdiri sendiri.
10. Pameran
adalah media untuk memamerkan suatu produk dan dapat terjadi intensitas
komunikasi yang sangat tinggi antara pembeli da penjual.
Kelebihannya adalah
sebagai berikut :
a.
Intensitas komunikasi produsen dan
komsumen terjaga.
b.
Komunikan dapat melihat produk secara
langsung dan mencoba.
c.
Memebrikan efek pendalaman pesan kepada
komunikan yang lebih kuat.
d.
Mampu mengenalkan suatu hal yang baru dan belum banyak dikenal.
Kekurangannya
adalah sebagai berikut :
a.
Biaya mahal karena harus menarik dan
sebaik mungkin.
b.
Kurang baik menjangkau target audience
karena pengunjungnya heterogen sehingga dapat mengganggiu target sasaran yang
ingin tahu segala sesuatunya secara rinci.
c.
Adanya hiburan dapat menarik minat
pengunjung, tetapi ini membuat efektifitas pameran terganggu.
F.
Sejarah
Promosi Kesehatan
Sejarah promosi kesehatan dalam
konteks kesehatan masyarakat pada saat ini merupakan revitalisasi atau
pembaruan dari pendidikan kesehatan pada masa lalu.
1.
Masa Lalu
Kegiatan
pendidikan kesehatan telah ada sejak zaman purbakala, pengalaman manusia
menghadapi penyakit, kemudian disimpulkan dan disusun teori-teori mengenai
macam-macam penyakit, sebab-sebab, gejala, pengobatannya dan hampir secara
naluriah orang berusaha mencegah serangan atau penularan penyakit-penyakit
tersebut. Pencegahan itu akan berupa upaya-upaya kegiatan pendidikan kesehatan,
baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarganya.
Perilaku
seseorang boleh jadi merupakan kunci utama timbulnya masalah kesehatan, tetapi
dapat juga merupakan kunci utama pemecahannya. Dengan mengubah perilaku, mereka
akan dapat memecahkannya dan memecah timbulnya masalah. Pada masa itu,
pendidikan kesehatan hanya mementingkan perubahan perilaku melalui pemberian
informasi tanpa melihat bahwa perubahan perilaku memerlukan fasilitas yang
menunjang untuk terjadinya perubahan perilaku tersebut.
Berdasarkan
pengalaman bertahun-tahun pelaksanaan pendidikan kesehatan di nregara maju dan
berkembang banyak mengalami hambatan dalam rangka pencapaian tujuan yaitu
mewujudkan perilaku hidup sehat bagi masyarakatnya. Hambatan yang paling besar
adalah dari faktor pendukungnya (Enabling Factor). Meskipun kesadaran dan
pengetahuan masyarakat sudah tinggi tentang kesehatan, namun praktik tentang
kesehatan atau perilaku hidup sehat masyarakat masih rendah.
Setelah
dilakukan pengkajian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terutama di
negara-negara berkembang ternyata faktor pendukung atau sarana dan prasarana
yang tidak tersedia merupakan pendukung perilaku masyarakat yang tidak sehat,
misalnya : ibu hamil memiliki kesadaran dan tahu tentang pentingnya imunisasi
TT, tetapi apabila tidak tersedia pelayanan untuk mendapatkan imunisasi Ttmaka
ibu hamil tidak akan mewujudkan perilaku imunisasi TT.
2.
Masa Sekarang
Sejalan
dengan perkembangan ilmu kesehatan, maka disiplin ilmu promosi kesehatan
menjadi bagian dari kesehatan masyarakat. Pada tahun 1951 didirikan Lembaga
Internasional di Paris yaitu The Internasional Union For Health Education untuk
mendukung terlaksananya pendidikan kesehatan. Setelah didirikan organisasi
internasional tersebut, kegiatan pendidikan kesehatan dalam bentuk pendidikan
berupa ilmu dan praktiknya di lapangan makin maju dan berkembang. World Health
Organization (WHO) pada awal tahun 1980 menyimpulkan bahwa pendidikan kesehatan
tidak mampu mencapai tujuannya, apabila hanya memfokuskan pada upaya-upaya
perubahan perilaku saja. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan
lingkungan (fisik, sosial budaya, politik, ekonomi dan sebagainya) sebagai
penunjang atau pendukung perubahan perilaku tersebut.
Perwujudan
dari perubahan konsep promosi kesehatan secara organisasi struktural, WHO pada
tahun 1984 mengubah Divisi Pendidikan Kesehatan (Division on Health Promotion
and Education).
3.
Di Indonesia
Undang-Undang
Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 merumuskan bahwa upaya kesehatan adalah setiap
kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu,
terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan,
pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau
masyarakat.
Upaya
kesehatan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu,
menyeluruh dan berkesinambungan. Pada abad 21 telah dicanangkan gerakan
pembangunan berwawasan kesehatan yang dilandasi paradigma baru di bidang kesehatan atau yang lebih dikenal
dengan nama paradigma sehat.
Pembangunan
kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup
sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang
produktif secara sosial dan ekonomis.
Sejarah
promosi kesehatan di indonesia terjadi sejak 1970-an, di mana bagian Pendidikan
Kesehatan Masyarakat berada di lingkungan Biro Pendidikan (Biro V) dalam
Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan (Depkes). Kemudian pada 1975, Depkes
mengalami reorganisasi dengan mengganti bagian Pendidikan Kesehatan Masyarakat
menjadi Direktorat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. Istilah pendidikan
kesehatan tidak digunakan lagi karena dianggap bias dengan istilah yang sudah
baku untuk Departement Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun 1984, Depkes melakukan
reorganisasi kembali. Direktorat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat berubah
menjadi Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PPKM) disamping ada Direktorat
Bina Peran Serta Masyarakat (BPSM) yang merupakan direktorat baru pecahan
Direktorat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. Sejarah promosi kesehatan di
Indonesia juga tidak lepas dari kunjungan Direktur Health Promotion WHO
Headquarter Geneva, dr. Ilona Kickbush, tahun 1994.
Penggunaan
istilah promosi kesehatan di indonesia di pacu oleh perkembangan dunia
internasional. Konsep ini mulai disesuaikan oleh Departemen Kesehatan RI tahun
2000 dengan mengubah Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PPKM) menjadi
Direktorat Promosi Kesehatan. Kemudian, di akhir tahun 2001 terjadi reorganisasi
kembali. Surat Keputusan MenKes No. 1277/MenKes/SK/XI/2001 tanggal 27 November
2001 menetapkan bahwa Direktorat Promosi Kesehatan berganti nama menjadi Pusat
Promosi Kesehatan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Promosi kesehatan adalah proses peningkatan pengetahuan
masyarakat tentang kesehatan yang disertai dengan upaya memfasilitasi perubahan
perilaku dan merupakan program kesehatan yang dirancang untuk membawa perbaikan
atau perubahan dalam individu, masyarakat, dan lingkungan. Menurut Ottawa
Charter, promosi kesehatan adalah upaya yang dilakukan terhadap masyarakat
sehingga mau dan mampu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka
sendiri.
Tujuan
promosi kesehatan diantaranya untuk meningkatkan kesehatan mereka sendiri . Hal ini sejalan
dengan undang-undang kesehatan no.23 tahun1992 yaitu meningkatkan kemampuan
masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan baik
fisik,mental,dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi dan sosial. Selain
itu, promosi kesehatan bertujuan juga untuk menciptakan suatu keadaan , yakni
perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
Dalam
Promosi Kesehatan terdapat beberapa media untuk menyampaikannya, diantaranya
yaitu Media Cetak, Media Radio, Media Televisi, Media Film.
B.
Saran
Setelah membaca
makalah ini, diharapkan pembaca mendapatkan pengetahuan tambahan dan dapat
memahami isi materi makalah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar