Jumat, 11 September 2015

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Promosi Kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui proses pembelajaran dari-oleh-untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai dengan kondisi social budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Menolong diri sendiri artinya bahwa masyarakat mampu berperilaku mencegah timbulnya masalah-masalah dan gangguan kesehatan, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan serta mampu pula berperilaku mengatasi apabila masalah gangguan kesehatan tersebut terlanjur terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Banyak masalah kesehatan yang ada di negeri kita Indonesia, termasuk timbulnya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang erat kaitannya dengan perilaku masyarakat itu sendiri. Sebagai contoh KLB Diare dimana penyebab utamanya adalah rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat seperti kesadaran akan buang air besar yang belum benar (tidak di jamban), cuci tangan pakai sabun masih sangat terbatas, minum air yang tidak sehat, dan lain-lain.
Promosi kesehatan bukan hanya proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan saja, tetapi juga disertai upaya-upaya menfasilitasi perubahan perilaku. Dengan demikian promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan) baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya, politik dan sebagainya). Atau dengan kata lain promosi kesehatan tidak hanya mengaitkan diri pada peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan saja, tetapi juga meningkatkan atau memperbaiki lingkungan (fisik dan non-fisik) dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat
B.       Rumusan Masalah
1.         Apa Pengertian Promosi Kesehatan?
2.         Apa Tujuan Promosi Kesehatan?
3.         Apa Sasaran Promosi Kesehatan?
4.         Apa Prinsip-Prinsip Promosi Kesehatan?
5.         Apa Media Promosi Kesehatan?
6.         Bagaimana Sejarah Promosi Kesehatan?

C.      Tujuan Penulisan
1.         Untuk mengetahui pengertian promosi kesehatan
2.         Untuk mengetahui tujuan promosi kesehatan
3.         Untuk mengetahui sasaran promosi kesehatan
4.         Untuk mengetahui prinsip-prinsip promosi kesehatan
5.         Untuk mengetahui apa saja media promosi kesehatan
6.         Untuk mengetahui sejarah promosi kesehatan



BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Promosi Kesehatan
Promosi kesehatan adalah proses peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan yang disertai dengan upaya memfasilitasi perubahan perilaku dan merupakan program kesehatan yang dirancang untuk membawa perbaikan atau perubahan dalam individu, masyarakat, dan lingkungan. Menurut Ottawa Charter, promosi kesehatan adalah upaya yang dilakukan terhadap masyarakat sehingga mau dan mampu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri.
Promosi Kesehatan merupakan revitalisasi pendidikan kesehatan pada masa lalu, dimana dalam konsep promosi kesehatan bukan hanya proses penyadaran masyarakat dalam hal pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat dalam bidang kesehatan saja, melainkan juga upaya untuk memperoleh perubahan perilaku individu.
Pendidikan kesehatan adalah proses yang menjembatani jurang antara informasi kesehatan dan praktik kesehatan. Pendidikan kesehatan memotivasi orang untuk mendapatkan informasi tersebut , demi menjaga agar individu lebih sehat dengan cara menghindari tindakan yang membahayakan  dan dengan membentuk kebiasaan yang menguntungkan .
Pendidikan kesehatan merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh bidan, karena hal tersebut merupakan salah satu tugas yang harus di laksanakan dalam setiap memberikan asuhan kebidanan , baik kepada individu , keluarga , kelompok dan masyarakat. Pendidikan kesehatan identik dengan penyuluhan kesehatan karena keduanya berorientasi kepada perubahan perilaku yang diharapkan yaitu perilaku yang diharapkan yaitu perilaku sehat mempunyai  kemampuan mengenal masalah kesehatannya sendiri , keluarga , dan kelompok untuk meningkatkan kesehatan.
Promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi , politik,dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan. Dari batasan ini dapat dilihat bahwa promosi kesehatan adalah pendidikan kesehatan plus atau promosi kesehatan adalah lebih dari promosi kesehatan .
Secara umum promosi adalah suatu usaha menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkan. Istilah promosi selama ini selalu dihubungkan dengan penjualan (sales), periklanan (advertising), dan dipandang sebagai pendekatan propagamda yang didominasi oleh penggunaan media massa. Dalam konteks kesehatan, promosi kesehatan (health promotion) adalah proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya [“…the process of enabling people to control over and improve their health”].
Ada beberapa definisi promosi kesehatan menurut beberapa pakar.
1.         WHO (1984)
Promosi Kesehatan adalah suatu proses yang memungkinkan individu untuk meningkatkan kontrol dan mengembangkan kesehatan mereka.
2.         Green (1984)
Promosi Kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
3.         Ottawa Charter (1986)
Promosi Kesehatan adalah suatu proses yang bertujuan memungkinkan individu meningkatkan kontrol terhadap kesehatan. [“Health promotion is the process of enabling people to control over and improve their health”

4.         Pender (1996)
Promosi Kesehatan adalah pemberian motivasi untuk meningkatkan kesehatan individu dan mewujudkan potensi kesehatan individu.
5.         Victorian Health Foundation, Australia (1997)
Promosi Kesehatan adalah suatu program yang didesain untuk membuat perubahan didalam individu, organisasi dan lingkungan [“…a program are design to bring about ‘change’ within people, organization, communities and their environement”]
6.         Gillies (1998)
Promosi Kesehatan adalah suatu payung dan digunakan untuk menggambarkan suatu rentang aktivitas yang mencakup pendidikan kesehatan dan pencegahan penyakit.
7.         Green and Ottoson (1998)
Promosi Kesehatan adalah kombinasi berbagai dukungan menyangkut pendidikan, organisasi, kebijakan dan peraturan perundang-undangan untuk perubahan lingkungan dan perilaku yang menguntungkan kesehatan.
8.         Bangkok Charter (2005)
Promosi Kesehatan adalah sebuah proses yang memungkinkan seseorang untuk meningkatkan kemampuan mengontrol kesehatan, sehingga meningkatkan derajat sehat mereka [“…the process of enabling people to control over and improve their health”]

B.       Tujuan Promosi Kesehatan
Promosi Kesehatan menempatkan masyarakat bukan sebagai objek melainkan sebagai subjek, atau sebagai pelaku bukan sasaran, sehingga diharapkan untuk aktif berbuat dan tidak hanya pasif menunggu. Dengan demikian, tujuan utama promosi kesehatan adalah agar setiap orang atau masyarakat mampu :
1.         Memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka.
2.         Menciptakan suatu keadaan, yakni perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
3.         Menetapkan masalah dan kebutuhan mereka sendiri serta menjadikan kesehatan sebagai suatu yang bernilai di masyarakat.
4.         Memahami apa yg dapat mereka lakukan dengan sumber daya yang ada pada mereka ditambah dengan dukungan dari luar untuk mengatasi masalahnya.
5.         Mendorong individu agar mampu secaramandiri/kelompok nrngadakan kegiatan untuk mencapai tujuan hidup sehat.
6.         Mendorong pengembangan dan pengunaan secara tepat sarana pelayanan kesehatan yang ada.
7.         Memtuskan kegiatan yang paling tepat untuk meningkatkan taraf hidup sehat dan kesejahteraan masyarakat.
Sedangkan menurut Wong (1974), yaitu :
1.         Agar masyarakat memiliki tanggung jawab yang lebih besar pada kesehatan serta keselamatan lingkungan dan masyarakat.
2.         Agar orang melakukan langkah dalam mencegah hal-hal yang memperparah terjadinya penyakit dan mencegah keadaan ketergantungan melalui rehabilitasi cacat yang disebabkan penyakit.
3.         Agar orang memiliki pengertian yang lebih baik tentang eksistensi atau perubahan-perubahan sistem dengan  memanfaatkannya secara efisiensi dan efektif.
4.         Agar orang mempelajari apa yang dapat dia lakukan sendiri dan bagaimana caranya dengan tanpa selalu meminta pertolongan kepada sistem pelayanan kesehatan yang formal.
Tujuan promosi kesehatan diantaranya untuk meningkatkan  kesehatan mereka sendiri . Hal ini sejalan dengan undang-undang kesehatan no.23 tahun1992 yaitu meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan baik fisik,mental,dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi dan sosial. Selain itu, promosi kesehatan bertujuan juga untuk menciptakan suatu keadaan , yakni perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.

C.      Sasaran Promosi Kesehatan
Promosi kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat , maka sasaran langsung promosi kesehatan adalah masyarakat. Namun demikian, dikarenakan keterbatasan sumber daya yang ada , akan tidak efektif apabila upaya promosi kesehatan langsung ditunjukan ke masyarakat. Oleh sebab itu , perlu dilakukan penahapan sasaran promosi  kesehatan. Sasaran promosi kesehatan dibagi dalam tiga kelompok sasaran yaitu sebagai berikut,
1.         Sasaran primer (primary target)
Masyarakat pada umumnya menjadi sasaran langsung promosi kesehatan , misalnya : kepala keluarga untuk masalah kesahatan umum, ibu hamil,  dan ibu menyusui untuk masalah kesehatan             Ibu dan Anak (KIA), anak sekolah untuk kkesehatan remaja dan lain-lain . upaya promosi ini sejalan dengan strategi promosi kesehatan masyarakat (empowerment).
2.         Sasaran sekunder (secondary target)
Para tokoh masyarakat,agama,dan tokoh adat disebut sasaran sekunder. Dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada kelompok ini akan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat di sekitarnya. Selain itu , apabila sasaran sekunder berperilaku sehat sebagai hasil dari pendidikan kesehatan yang diterimanya, dapat dijadikan contoh atau acuan perilaku masyarakat di sekitarnya. Upaya promosi kesehatan dukungan sosial (social support)
3.         Sasaran tersier (tertiary target)
Sasaran tersier adalah para pembuat keputusan atau penentu kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah. Dengan kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh sasaran tersier akan mempunyai dampak terhadap perilaku masyarakat selaku sasaran primer promosi kesehatan dan tokoh masyarakat selaku sasaran sekunder promosi kesehatan . upaya promosi kesehatan ini sejalan dengan strategi global promosi kesehatan yaitu advokasi (advocacy) 

D.      Prinsip-Prinsip Promosi Kesehatan
a.         Promosi kesehatan adalah proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan, dan melindungi kesehatannya (the prosses of enabling pople to control over and imporve there help), lingkup yang lebih lua dari pendidikan atau penyuluhan kesehatan.
b.         Promosi kesehatan adalah upaya perubahan atau perbaikan perilaku di bidang kesehatan di sertai upaya mempengaruhi lingkungan atau hal-hal lain yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan perilaku dan kualita kesehatan.
c.         Promosi kesehatan juga berarti upaya yang bersifat promotif sebagai perpaduan dari upaya preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam rangkaian upaya kesehatan yang komprehenship.
d.        Promosi kesehatan, selain tetap menekankan pentingnya pendekatan edukatif ya ng selanjutnya disebut gerakan pemberdayaan masyarakat, juga perlu dibarengi dengan upaya advokasi dan binasuasana (social support).
e.         Promosi kesehatan berpatokan pada PHBS yang dikembangkan dalam 5 Tatanan, yaitu dirumah/tempat tinggal (where we live), di sekolah (where we learn), di tempat kerja (where we work), ditempat-tempat umum (where we play and do everything), dan disarana kesehatan (where we get help services).
f.          Peran kemitraan lebih ditekankan pada promosi kesehatan peran ini dilandasi oleh kesamaan (equity), keterbukaan (transfaracy), dan saling memberi manfaat (mutual benefit). Kemitraan ini dikembangkan pemerintah dan masyarakat, termasuk swasta dan lembaga swadya masyarakat, juga secara lintas program dan lintas sektor.
g.         Promosi kesehatan juga lebih menekankan pada proses atau upaya, tanpa meremehkan arti hasil atau upaya, atau dampak kegiatan.
E.       Media Promosi Kesehatan
Media promosi kesehatan merupakan saluran untuk menyampaikan informasi kesehatan dan di pergunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan. Media di susun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia diterima oleh panca indra. Semakin banyak indra yang digunakan untuk menerima sesuatu, maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengetahuan yang diperoleh. Promisi kesehatan dapat di lakukan dengan menggunakan sarana media above the line dan sarana media belaw the line.
Media Lini Atas (Media above the line)
Hal-hal yang termasuk media lini atas adalah sebagai berikut.
1.         Media Cetak :
Surat Kabar, majalah, tabloid.
Adapun kelebihan dari media cetak adalah sebagai berikut.
a.              Sifatnya permanen : Komunikasi dapat mengulang suatu informasi yang belum dipahami sehingga pendalaman efek lebih dimungkinkan.
b.             Sifatnya space organizet mengakibatkan isinya dapat lebih terinci dan relatif mendalam.
c.              Komunikasi dapat kapan saja menentukan waktu yang tepat dalam meikmati isi pesan.
Adapun kelemahannya sebagai berikut.
a.              Menuntut kemampuan baca (melek huruf) komunikannya.
b.             Menuntut kemauan baca dari pembaca (audience), terlebih pada masyarakat yang memiliki kebiasaan membaca yang rendah.
c.              Harganya relatif mahal.
d.             Memerlukan konsentrasi yang tinggi dari komunikannya.
2.         Media Radio :
Media ini sampai sekarang masih banyak diandalkan sebagai media komunikasi promosi kesehatan dibanyak negara berkembang, sering disebut juga sebagai sadow medium. Adapun kelebihannya adalah santai, auditif, daya langsung, daya tembus, mengatasi  buta huruf, bersifat personal atau akrab. Kekurangnya adalah sekilas dengar, banyak gangguan, tidak menyampaikan pesan yang kompleks, pesan-pesan kurang aktraktif.
3.         Media Televisi :
Media massa yang ada dan kelahirannya paling akhir. Perkembangan media secara teknologi sangat pesat. Banyak inovasi-inovasi seputar teknologi Hardware yang bermunculan akan terus bermunuclan. Kelebihannya adalah  sebagai berikut.
a.              Merekam peristiwa dengan tingkat Distory yang rendah.
b.              Dapat  digunakan secara berulang-ulang penontop yang luas dan heterogen.
c.              Mampu mengungkapkan perasaan melalui gambar, musik, dan kata-kata sehingga dapat menimbulkan efek beragam.
d.             Mampu mengajak penonton pada objek siaran yang menimbulkan pendekatan secara individual pada seorang yang ditokohkan.
e.              Dapat mengemukakan ide-ide yang abstrak.
Kekurangannya adalah harganya relatif mahal, komunikasi relatif lebih dituntut. Intensitas perhatiannya, kurang akrab.
4.         Media Film :
Kelebihan dan Kekurangannya hampir sama dengan media TV, Karena diantara keduanya memiliki kesamaan tipologi yaitu audio visual.

Media Lini Bawah (Media Below the line)
Media lini bawah dapat dikategorikan antara lain :
Poster, Leaflet, Folder, Buklet, Brodside, Jirekmail, Pameran, dan sebagainya.
1.         Poster
Bentuk media cetak yang berisi pesan atau informasi kesehatan, yang naisanya ditempel di tembok-tembok, tempat-tempat umum, atau kendaraan umum.
Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut.
a.              Bahasa Singkat, Sederhana, tidak berbelit-belit mudah dipahami.
b.             Menggunakan komposisi huruf yang cukup besar.
c.              Ilustrasi dapat bervariasi baik berupa foto gambar, warna, maupun garis warna, dsb. Sehingga dapat menarik.
d.             Pesan sederhana namun sangat kuat menunjakan produk.
e.              Ukuran dan bentuk sangat bervariasi dari yang kecil sampai yang besar.
f.              Meningkatkan pemilihan lokasi pada wilayah.
g.             Wilayah yang diinginkan
Kelemahannya adalah luas jangkauan hanya bersifat lokal tidak dapat memilah-milah hal layak secara rinci khalayak hanya melihat sepintas lalu.
2.         Booklet adalah suatu media untuk menyampaikan pesan-pesan dalam bentuk buku, baik tulisan maupun gambar.
3.         Leafleat adalah bentuk penyampaian informasi pesan-pesan kesehatan memlalui lembaran yang dilipat.
4.         Flayer (selembaran), bentuknya seperti leafleat tetapi tidak berlipat.
5.         Lembar balik media penyampaian pesan atau informasi kesehatan dalam bentuk lembar bali.
6.         Foto yang mengungkapkan informasi kesehatan.
7.         Folder adalah bentuk lembaran yang dapat dilipat satu kali atau lebih.
8.         Directmail adalah brosur yang dikirim lewat pos bisa berupa leafleat, folder, atau bookleat.
9.         Broodsaid adalah lembaran besar seperti peta yang dilipat dengan perhitungan khusus agar tiap bagian dari lipatan itu mempunyai informasi yang berdiri sendiri.
10.     Pameran adalah media untuk memamerkan suatu produk dan dapat terjadi intensitas komunikasi yang sangat tinggi antara pembeli da penjual.
Kelebihannya adalah sebagai berikut :
a.              Intensitas komunikasi produsen dan komsumen terjaga.
b.             Komunikan dapat melihat produk secara langsung dan mencoba.
c.              Memebrikan efek pendalaman pesan kepada komunikan yang lebih kuat.
d.             Mampu mengenalkan suatu hal yang  baru dan belum banyak dikenal.
Kekurangannya adalah sebagai berikut :
a.              Biaya mahal karena harus menarik dan sebaik mungkin.
b.             Kurang baik menjangkau target audience karena pengunjungnya heterogen sehingga dapat mengganggiu target sasaran yang ingin tahu segala sesuatunya secara rinci.
c.              Adanya hiburan dapat menarik minat pengunjung, tetapi ini membuat efektifitas pameran terganggu.

F.       Sejarah Promosi Kesehatan
Sejarah promosi kesehatan dalam konteks kesehatan masyarakat pada saat ini merupakan revitalisasi atau pembaruan dari pendidikan kesehatan pada masa lalu.
1.         Masa Lalu
Kegiatan pendidikan kesehatan telah ada sejak zaman purbakala, pengalaman manusia menghadapi penyakit, kemudian disimpulkan dan disusun teori-teori mengenai macam-macam penyakit, sebab-sebab, gejala, pengobatannya dan hampir secara naluriah orang berusaha mencegah serangan atau penularan penyakit-penyakit tersebut. Pencegahan itu akan berupa upaya-upaya kegiatan pendidikan kesehatan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarganya.
Perilaku seseorang boleh jadi merupakan kunci utama timbulnya masalah kesehatan, tetapi dapat juga merupakan kunci utama pemecahannya. Dengan mengubah perilaku, mereka akan dapat memecahkannya dan memecah timbulnya masalah. Pada masa itu, pendidikan kesehatan hanya mementingkan perubahan perilaku melalui pemberian informasi tanpa melihat bahwa perubahan perilaku memerlukan fasilitas yang menunjang untuk terjadinya perubahan perilaku tersebut.
Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun pelaksanaan pendidikan kesehatan di nregara maju dan berkembang banyak mengalami hambatan dalam rangka pencapaian tujuan yaitu mewujudkan perilaku hidup sehat bagi masyarakatnya. Hambatan yang paling besar adalah dari faktor pendukungnya (Enabling Factor). Meskipun kesadaran dan pengetahuan masyarakat sudah tinggi tentang kesehatan, namun praktik tentang kesehatan atau perilaku hidup sehat masyarakat masih rendah.
Setelah dilakukan pengkajian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terutama di negara-negara berkembang ternyata faktor pendukung atau sarana dan prasarana yang tidak tersedia merupakan pendukung perilaku masyarakat yang tidak sehat, misalnya : ibu hamil memiliki kesadaran dan tahu tentang pentingnya imunisasi TT, tetapi apabila tidak tersedia pelayanan untuk mendapatkan imunisasi Ttmaka ibu hamil tidak akan mewujudkan perilaku imunisasi TT.
2.         Masa Sekarang
Sejalan dengan perkembangan ilmu kesehatan, maka disiplin ilmu promosi kesehatan menjadi bagian dari kesehatan masyarakat. Pada tahun 1951 didirikan Lembaga Internasional di Paris yaitu The Internasional Union For Health Education untuk mendukung terlaksananya pendidikan kesehatan. Setelah didirikan organisasi internasional tersebut, kegiatan pendidikan kesehatan dalam bentuk pendidikan berupa ilmu dan praktiknya di lapangan makin maju dan berkembang. World Health Organization (WHO) pada awal tahun 1980 menyimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tidak mampu mencapai tujuannya, apabila hanya memfokuskan pada upaya-upaya perubahan perilaku saja. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan (fisik, sosial budaya, politik, ekonomi dan sebagainya) sebagai penunjang atau pendukung perubahan perilaku tersebut.
Perwujudan dari perubahan konsep promosi kesehatan secara organisasi struktural, WHO pada tahun 1984 mengubah Divisi Pendidikan Kesehatan (Division on Health Promotion and Education).
3.         Di Indonesia
Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 merumuskan bahwa upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat.
Upaya kesehatan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan. Pada abad 21 telah dicanangkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan yang dilandasi paradigma baru di  bidang kesehatan atau yang lebih dikenal dengan nama paradigma sehat.
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
Sejarah promosi kesehatan di indonesia terjadi sejak 1970-an, di mana bagian Pendidikan Kesehatan Masyarakat berada di lingkungan Biro Pendidikan (Biro V) dalam Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan (Depkes). Kemudian pada 1975, Depkes mengalami reorganisasi dengan mengganti bagian Pendidikan Kesehatan Masyarakat menjadi Direktorat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. Istilah pendidikan kesehatan tidak digunakan lagi karena dianggap bias dengan istilah yang sudah baku untuk Departement Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun 1984, Depkes melakukan reorganisasi kembali. Direktorat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat berubah menjadi Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PPKM) disamping ada Direktorat Bina Peran Serta Masyarakat (BPSM) yang merupakan direktorat baru pecahan Direktorat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. Sejarah promosi kesehatan di Indonesia juga tidak lepas dari kunjungan Direktur Health Promotion WHO Headquarter Geneva, dr. Ilona Kickbush, tahun 1994.
Penggunaan istilah promosi kesehatan di indonesia di pacu oleh perkembangan dunia internasional. Konsep ini mulai disesuaikan oleh Departemen Kesehatan RI tahun 2000 dengan mengubah Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PPKM) menjadi Direktorat Promosi Kesehatan. Kemudian, di akhir tahun 2001 terjadi reorganisasi kembali. Surat Keputusan MenKes No. 1277/MenKes/SK/XI/2001 tanggal 27 November 2001 menetapkan bahwa Direktorat Promosi Kesehatan berganti nama menjadi Pusat Promosi Kesehatan.



BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Promosi kesehatan adalah proses peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan yang disertai dengan upaya memfasilitasi perubahan perilaku dan merupakan program kesehatan yang dirancang untuk membawa perbaikan atau perubahan dalam individu, masyarakat, dan lingkungan. Menurut Ottawa Charter, promosi kesehatan adalah upaya yang dilakukan terhadap masyarakat sehingga mau dan mampu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri.
Tujuan promosi kesehatan diantaranya untuk meningkatkan  kesehatan mereka sendiri . Hal ini sejalan dengan undang-undang kesehatan no.23 tahun1992 yaitu meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan baik fisik,mental,dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi dan sosial. Selain itu, promosi kesehatan bertujuan juga untuk menciptakan suatu keadaan , yakni perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
Dalam Promosi Kesehatan terdapat beberapa media untuk menyampaikannya, diantaranya yaitu Media Cetak, Media Radio, Media Televisi, Media Film.

B.       Saran
Setelah membaca makalah ini, diharapkan pembaca mendapatkan pengetahuan tambahan dan dapat memahami isi materi makalah ini.